Friends

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 03 November 2010

buah naga

buah_naga
Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar.Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara ( Colombia ). Pada awainya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.
Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus
1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan iaut
Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7
Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan
2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman
Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan Wbang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.
Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah
3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
4. Pemeliharaan
Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
Pemangkasan
atang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.
5. Panen
Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar
Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram
Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret
Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun

MANFAAT ROSELA MERAH

764413_rosela
Umumnya masyarakat mengenal dengan nama Rosela, Rosella atau Roselle (Hibiscus sabdariffa L.). Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, Bunga Rosela untuk Mencegah Penyakit Kanker dan Radang
terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.
Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa irup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.
Di Malaysia, Roselle juga disebut Asam paya, Asam kumbang atau Asam susur, merupakan tumbuhan yang mempunyai keluarga yang sama dengan bunga raya/sepatu (Hibiscus rosasinensis). Tumbuhan Roselle ada yang mengatakan berasal dari India tetapi ada juga pendapat yang mengatakan Roselle berasal dari Afrika Barat. Tumbuhan Roselle ini semula diperkenalkan di Malaysia sejak lebih dari tiga abat yang lampau. Di India Barat disebut dengan Jamaican Sorrel.
Pohon Roselle tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 – 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Roselle berwarna cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bagian bunga Roselle yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi pelbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, serbuk (teh ) atau manisan Roselle. Daun muda Roselle bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara itu di Afrika, biji Roselle dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Roselle diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan.
Pohon Roselle adalah sejenis perdu yang mudah ditaman. Cara penanamannya dengan menggunakan biji yang kering kemudian disemai.
Nama Lain: Hibiscus Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel, Sour-sour, Lemon bush, Florida cranberry, Oseille rouge (Perancis), Quimbombo Chino (Sepanyol), Karkad� (Afrika Utara), Bisap (Senegal).
Tumbuhan herba ini ternyata mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, ketidakhadaman, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Bunga Roselle banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan.
Ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antispasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing) dan antibakteria. Selain itu rosella ternyata mampu menurunkan kadar penyerapan alkohol. Daun tumbuhan herba ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga.
Di India, biji Roselle digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah dan kelesuan.
Bagian yang digunakan : Bunga, daun dan biji
Bahan penting yang terkandung dalam kelompak bunga Roselle : Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat).

Pemutih Gigi Alami

gigi-putihSetiap orang ingin memiliki gigi yang putih? Menggunakan pemutih gigi kimia bisa memberikan efek samping lain. Mengapa tidak mencoba menggunakan pemutih gigi buatan sendiri yang bisa membuat gigi kita lebih putih berkilau dan dijamin pasti ekonomis. Rahasia pemutih gigi buatan sendiri ini adalah malic acid yang merupakan zat yang bisa menghilangkan noda pada permukaan gigi. Hilangkan “noda” kopi, anggur merah, dan soda pada gigi dengan ramuan dari campuran stroberi dan soda kue. “Cara cepat dan murah untuk mencerahkan senyum Anda,” ujar Adina Carrel, DMD, dokter gigi dari Manhattan Dental Arts di New York City.
Bahan: 1 (satu)  buah stroberi matang dan ½ sdt soda kue.
Cara membuat:
  1. Hancurkan stroberi sampai menjadi bubur, lalu campurkan soda kue hingga merata.
  2. Setelah ramuan selesai, aplikasikan ke seluruh gigi dengan menggunakan sikat gigi. Diamkan selama 5 menit.
  3. Bersihkan gigi dengan air sampai bersih, gunakan benang gigi untuk membantu menghilangkan biji-biji stroberi.
  4. Lakukan 1 x seminggu, karena penggunaan berlebih merusak email gigi kita akibat kandungan asam yang terdapat dalam stroberi.

ADAS (Foeniculum vulgare Mill.)

adas ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) | Tanaman termasuk familia Apiaceae. Tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, namun akan lebih baik tumbuh pada dataran tinggi.
Untuk pengembangbiakannya dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama lain:

das pedas (Aceh), adas, adas pedas (Melayu), adeh, manih (Minagkabau), hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), adhas (amdura), dll.

Tanaman ini mengandung:

minyak atsiri (Oleum Foeniculi), anetol, fenkom, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan minyak lemak.

Kegunaan:

Batuk pada anak-anak:

1 sendok teh penuh adas, sepotong kulit kayu pulasari berukuran 4 cm dan 1 bawang merah dikupas. Semua dicuci, dilumatkan. Beri 1 gelas air dan sepotong gula batu, masak sampai airnya tinggal setengah gelas. Separuh diminumkan sebelum sarapan dan separuh lagi sebelum tidur. Ulangi beberapa hari.

Sakit perut pada anak, diare 3 – 4 kali sehari, mual, kembung:

3 sendok teh adas, 5 pucuk daun jambu klutuk, 10 cm pulasari. Semua dicuci dan dimemarkan. Rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1 gelas. Saring. Airnya separuh diminum pagi dan separuh lagi malam.

Ambeien:

3 sendok teh penuh adas, 1 bawang merah dikupas, 1 cangkir daun patikan Cina, 1/2 cangkir daun meniran, 1 sendok teh penuh jintan putih (Cuminum cyminum L.). Semua dicuci, direbus dengan 1 l air sampai air tinggal setengahnya. Supaya rasanya lebih enak diberi gula batu. Saring dan minum 4-5 x sehari. Ulangi selama beberapa hari.

Ambeien yang terus menerus berdarah:

2 sendok teh penuh adas, 4 cm kulit batang pulsari dicuci, dimemarkan dan direbus dengan segelas air sampai tinggal setengah. Beri gula aren semanisnya. Saring. Satu pisang batu/klutuk yang masih muda dicuci bersih lalu diparut bersama kulitnya. Airnya diperas dan dicampur dengan air rebusan adas pulasari. Minum 1x sehari. Keeseokan harinya diulangi sekali lagi.

Bau mulut karena sariawan atau sakit tenggorokan:

1 sendok teh adas, 1 cangkir daun beluntas, 2 biji kapulaga, dicuci, diutamakan. Beri sedikit garam. Seduh dengan secangkir air. Setelah dingin diperas dengan kain. Untuk 3 kali pakai sehari. Jangan langsung ditelan, tapi biarkan beberapa saat di mulut, lalu sedikit demi sedikit ditelah. Ulangi selama beberapa hari.

Biduran:

2 sendok teh penuh adas, kunyit ukuran 7 cm dikupas, 2 bawang merah dikupas. Semua dicuci, dilumatkan, diseduh dengan 1 1/2 gelas air, dibiarkan sebentar lalu disaring dengan kain.Untuk diminum 3x sehari setengah gelas. Ulangi beberapa hari.

Demam:

2 sendok teh penuh adas, 4 cm kulit batang pulsari dicuci, dimemarkan, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring. Labu air dicuci, dikupas dan diparut. Diperas dengan kain sehingga airnya menjadi hampir 1 gelas. Campurkan dengan air rebusan adas pulasasi dan 2 sendok makan madu. Diminum sekaligus.

Mencegah stuip pada anak:

Kalau anak demam dan sulit kencing, untuk menurunkan panasnya bisa diberikan: 4 sendok teh adas, 6 cm kulit batang pulasari, 7 butir biji anyang-anyang. (Anyang-anyang atau Elaeocarpus grandiflorus J. Sm. biasa juga disebut rejasa). Semua dicuci bersih, direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Saring. Sehari diminum 1 gelas.

ALANG – ALANG (Imperata cylindrica L.)

alang_alang ALANG – ALANG (Imperata cylindrica L.) | Tanaman ini termasuk familia Poaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di tanah yang kering dan banyak mendapat sinar matahari.

Kegunaan:

Melancarkan air seni.

250 gram akar alang-alang, gula batu direbus dengan 3 gelas air selama 10 menit, dinginkan, saring, minum 3 kali sehari @ 1 gelas.

Kencing batu.

100 gram akar alang-alang, 1/2 genggam daun meniran, 1/2 genggam daun kumis kucing, rebus denga 5 gelas air sampai airnya tinggal setengah, dinginkan, saring, minum 3 kali sehari @ 1 gelas sampai batu keluar.

Hipertensi akibat sakit ginjal.

200 akar alang-alang, tangkue (manisan dibuat dari labu putih), rebus dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah, dinginkan, saring, minum 2 kali sehari.

Radang paru-paru.

500 gram akar alang-alang, 5 helai daun sembung, 10 kuntum bunga melati kering, garam, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Larutan ini untuk diminum 2 kali sehari.

Asma.

100 gram akar alang-alang, 25 gram kencur, 25 gram daun sirih, rebus dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah, saring, masukkan 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh air jeruk nipis, minum sekaligus sebelum tidur malam.

Mimisan, hepatitis.

200 gram akar alang-alang dicuci, rebus dengan 6 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas, dinginkan, saring, untuk diminum 3 kali sehari.

Prostat.

500 gram akar alang-alang direbus dengan 6 gelas air sampai airnya tinggal setengah, dinginkan, untuk diminum 3 kali sehari.

Diare.

250 gram akar alang-alang dicuci, rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Sekali minum 1 gelas, segera setelah buang air besar.

Keputihan.

500 gram akar alang-alang, 2 tangkai daun pepaya, 5 gram pulasari direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, untuk diminum 2 kali sehari.

BANDOTAN (Ageratum conyzoides)

bandotan BANDOTAN (Ageratum conyzoides) | Tanaman termasuk familia Compositae. Tempat tumbuh tanaman ini dari 1 sampai 2100 meter di permukaan laut. Tumbuh di sawah-sawah, ladang, semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air.
Untuk pengembangbiakannya : dapat dilakukan melalui penyebaran biji.

Nama lain :

tahi anjing, tahi asu, selasdeh dandi, si anggit, rumput jalang; bandotan, berotan, wedusan (Jawa), babadotan, jukut bau, ki bau (Sunda)

Tanaman ini mengandung :

kumarine, eugenol 5% dan HCN.

Kegunaan :

Penurun panas, dan obat disentri:

Akar pohon bandotan direbus selama setangah jam sampai airnya mendidih, kemudian disaring, airnya diminum. (3)

Obat luka (obat luar):

Daunnya ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih, dapat digunakan sebagai obat. (3)

Obat mencret:

Daunnya direbus selama lebih kurang 1/4 jam, kemudian disaring, airnya dapat diminum.

BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

bawang-merah BAWANG MERAH (Allium cepa L.) | Tanaman ini termasuk familia Liliaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh semusim di tanah yang banyak mendapat sinar matahari.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui umbinya.

Kandungan :

flavonglikosida, sulfur.

Nama lain :

berambang; shalot.

Kegunaan :

Demam pada anak.

Kupas 2-3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, 1/2 sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke ketiak, punggung, perut. Kalau panasnya tinggi gosokkan di kepala, ketiak, dan semua lipatan badan, perut, telapak kaki, serta bagian tubuh yang terasa panas kalau dipegang.

Perut kembung.

Kupas 2-3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, 1/2 sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut ulangi kira-kira seperempat jam kemudian.

Masuk angin.

5 bawang merah dikupas, cuci, parut; tambahkan 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking). Gosokkan ke perut, punggung, tengkuk, dan kaki.

Kerokan.

2 bawang merah dikupas, cuci, parut, campurkan 2 sendok makan minyak goreng.

Kerokan pada anak-anak.

1 bawang merah dikupas, cuci, potong jadi 2 lalu digosokkan ke kulit anak.

Disentri.

3 bawang merah dikupas, 1/2 cangkir daun patikan cina, 5 cm pulasari, cuci, iris, taruh di mangkuk, lalu dikukus kira-kira 1 jam. Saring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi hingga sembuh.

Hipertensi.

3 bawang merah, dikupas, cuci, telan utuh atau diiris kasar dulu baru dimakan.

Diabetes.

3 bawang merah, 10 buncis, 10 daun salam dicuci, iris, rebus dengan 1/2 gelas air, saring, minum airnya sekali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian.

Kutu air/kakirangen.

3 bawang merah dikupas, cuci, parut, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan. Hangat-hangat dioleskan ke sela-sela jari kaki yang telah dicuci dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah.

Bisul/luka.

1 bawang merah dikupas, cuci, parut, lalu tempelkan ke bisul/luka.

Payudara bengkak/mastitis.

5 bawang merah dikupas, cuci dengan air hangat, diparut, tempelkan ke payudara, tetapi jangan kena putingnya.

Melancarkan air seni pada anak disertai demam.

Gejala ini biasanya diikuti dengan stuip. Untuk mencegahnya tempelkan dan balut ramuan ini di perut bagian bawah: 5 bawang merah dikupas, cuci, secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.

JAMBU BIJI (Psidium guajava L.)

jambu-biji JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) | Tanaman ini termasuk familia Myrtaceae. Tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.200 meter di atas permukaan laut; di tanah gembur sampai tanah liat, terlebih lagi di daerah yang terbuka dan banyak air.
Jambu biji dapat dikembangbiakkan melalui biji, okulasi atau tunas yang sudah berakar.

Daun jambu biji mengandung :

tanin, eugenol (minyak asiri), minyak lemak, damar, zat samak, triterpinoid, asam apfel. Sedangkan buahnya mengandung asam amino (triptofan, lisin), kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C.

Nama lainnya :

glima breueh, glimeu beru, galiman, masiambu, biawas, jambu biawas, jambu batu (Sumatera); jambu klutuk, jambu krutuk, jhambu bhender, bayawas, tetokal, tokal (Jawa); jambu klutuk (Sunda); kojabas (Nusa Tenggara); kayawese (Maluku); fan shi liu gan (Cina).

Kegunaan :

Diare.

a)     Daun jambu biji 30 gr ditambah dengan segenggam tepung beras dan air 1-2 gelas, lalu direbus. Larutan diminum 2 kali sehari.
b)     3 lembar daun jambu biji muda yang segar dikunyah dengan sedikit garam lalu ditelan, lakukan sehari 2 kali.
c)     6 lembar daun jambu biji dicuci bersih lalu ditumbuk sambil diberi 1 cangkir air matang, peras, minum airnya. Cukup untuk diminum 2 kali sehari.

Sakit maag.

8 helai daun jambu biji dicuci, rebus dengan 1,5 liter air. Gunakan untuk minum 3 kali sehari.

Luka.

3 pucuk daun jambu biji dicuci, kunyah sampai lumat. Tempelkan pada luka. Kandungan astringent dapat menghentikan perdarahan.

Sariawan.

Segenggam daun jambu biji dan 1 jari kulit batang daun jambu biji dicuci, rebus dengan seliter air, saring. Dinginkan, lalu minum sekaligus.

Keputihan.

2 genggam daun jambu biji yang muda dan 7 helai daun sirih dicuci, rebus dengan segelas air, saring. Tunggu agak dingin lalu minum. Cukup untuk diminum 2 kali sehari.

Perut kembung pada anak.

3 helai daun jambu biji, 2 cm kulit batang pulasari, 5 butir adas direbus dengan 1,5 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Minum 3 kali sehari. Anak di bawah 3 tahun sesendok makan, di atas 3 tahun 2 sendok makan.

Sakit kulit.

Segenggam daun jambu biji muda, 7 kuntum bunga jambu biji dicuci, lumatkan sampai halus. GOsokkan pada kulit yang sakit.

Diabetes.

Sebuah jambu biji yang setengah masak dicuci, belah-belah, rebus dengan 1 liter air. Gunakan untuk minum 2 kali sehari.

Beser (sering buang air kecil).

3 pucuk daun jambu biji dicuci, lalap dengan sedikit garam dan merica, makan setiap siang dan malam selama 2 hari.

Sariawan.

Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter air, saring, minum 2 kali sehari.

Luka berdarah atau borok di sekitar tulang.

Lumatkan daun jambu biji segar, tempelkan di tempat yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

Kencing manis.

Satu buah jambu biji yang masih mengkal dan dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring, minum 2 kali sehari.

Ambeien.

Daun jambu biji muda atau pucuknya, sebuah pisang batu; keduanya dicuci, lalu ditumbuk. Minum air perasannya. Lakukan setiap hari secara teratur, sampai benar-benar sembuh.

Kembung pada anak-anak.

Tiga lembar daun jambu biji yang masih muda dan segar, rebus dengan 2 cangkir air bersama 1/2 jari kuluit batang pulosari dan 5 butir adas, sampai airnya tinggal 1 cangkir, saring, lalu diminum. Untuk anak berumur 3 tahun dapat diberi 3 kali sehari sebanyak 2 sendok makan, sedangkan yang lebih tua diberi 1 cangkir sehari.

BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.)

bayam-duri BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) | Tanaman ini termasuk familia Amaranthaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang bulat, kecil dan hitam.

Kandungan :

amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin.

Nama lainnya :

bayam kerui (Lampung); senggang cucuk (Sunda); bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa); tarnyak duri, tarnyak lakek (Madura); bayam kikihan, bayam siap, kerug pasih (Bali); kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa); sinau katinting (Makassar); podo maduri (Bugis); maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara); baya (Ternate); loda (Tidore).

Kegunaan :

Gangguan pernafasan, bronkhitis.

Tumbuk daunnya, rebus selama 1/2 jam, minum airnya.

Eksim.

Tumbuk daunnya dan gunakan untuk obat luar.

Memperlancar dan memperbanyak produksi ASI (air susu ibu).

Caranya dengan menumbuk seluruh bagian tanaman dan digunakan sebagai obat.

KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis)

KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis) |  Tanaman termasuk familia Malvaceae. Tanaman ini banyak ditanam orang di halaman sebagai tanaman hias atau sebagai pagar hidup. Ini semua dilakukan orang untuk memperindah halaman rumah.
kembang-sepatu
Untuk pengembangbiakannya dengan stek batang atau cangkokan lebih sering dilakukan orang daripada perbanyakan dengan penyebaran biji.

Nama lain :

wora-wari (Jawa), jkembang wera (Sunda).

Tanaman ini mengandung :

Bunganya mengandung hibisetin, sedangkan batang dan daunnya mengandung Ca-oksalat, peroxidase, lemak dan protein.

Kegunaan :

Obat sakit panas:

Akar ditumbuk halus, kemudian direbus dalam air yang mendidih selama lebih kurang setengah jam, lalu airnya disaring dan kemudian diminum.

Batuk; sariawan:

Daunnya direbus dalam air yang mendidih selama lebih kurang seperempat jam, disaring dan kemudian airnya diminum.

Bronkhitis :

Bunganya direbus selama lebih kurang seperempat jam, kemudian airnya disaring lalu diminum.

Gonnorhoea:

Bunganya direbus selama lebih kurang seperempat jam, kemudian airnya disaring lalu diminum, air yang telah disaring setelah didiamkan selama sat malam (diembun-embunkan) lalu diminum.

Gondok:

Akar diserbukkan dan direbus dalam air yang mendidih selama lebih kurang setengah jam, dapat digunakan sebagai obat kompres.

Sakit kepala:

Serbuk daun direbus selama lebih kurang setengah jam dapat dipergunakan sebagai obat kompres.

14 Cara Membuat Jamu dan Herbal

Hidup dijaman modern seperti sekarang ini justru ada kecenderungan masyarakat menggunakan obat Jamu dan Herbal untuk pengobatan. Kembali ke alam (back to nature) merupakan pilihan alternatif yang diminati banyak masyarakat sekarang ini, terutama dalam bidang pengobatan dan makanan sehari-hari. Penggunaan tumbuhan-tumbuhan berkhasiat obat atau lebih dikenal dengan Jamu atau herbal sebetulnya sudah lama dikenal oleh masyarakat kita. Walaupun sekarang sudah banyak Jamu diproduksi dan dikemas secara modern. Namun tradisi minum Jamu atau Herbal secara tradisional masih banyak ditemukan dimasyarakat Indonesia, terutama di desa-desa.
jamu-dan-herbalSudah banyak terbukti keampuhan dan khasiat Jamu dan herbal. Disamping lebih ekonomis, herbal juga mempunyai efek samping yang sangat kecil. Walaupun demikian, masih banyak masyarakat kita yang meragukan khasiat herbal. Memang diakui bahwa daya penyembuhan jamu dan herbal tidak sedahsyat obat kimia. Pengobatan dengan jamu dan herbal membutuhkan waktu lama.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa jamu dan herbal tidak bekerja dengan efektif. Penyajian yang salah, waktu minum yang tidak tepat, dosis yang tidak tepat, dan ketidak sabaran pemakainya adalah faktor-faktor yang menyebabkan herbal tidak efektif. Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya “Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit” menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi herbal sbb:
  1. Cuci simplisia tumbuhan obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.
  2. Segera gunakan herbal segar yang telah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang disimpan, keringkan lebih dahulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. Bahan kering (simplisia) juga lebih mudah dihaluskan untuk dijadikan serbuk (bubuk). Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin-anginkan, tergantung dari ketebalan atau kandungan airnya.
  3. Seduh langsung bahan yang telah dijadikan bubuk (serbuk) dengan air panas atau mendidih.
  4. Untuk bahan yang keras dan sukar diekstrak, sebaiknya hancurkan dan rebus terlebih dahulu sekitar 10 menit sebelum memasukkan bahan lain.
  5. Gunakan air tawar bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya untuk merebus. Pastikan jumlahnya cukup sehingga seluruh bahan berkhasiat obat terendam sekitar 3 cm.
  6. Untuk merebus bahan berkhasiat obat, gunakan wadah yang terbuat dari periuk tanah (keramik), panci enamel, atau panci beling. Jangan menggunakan wadah dari logam, seperti besi, aluminium, dan kuningan. Logam mengandung zat iron trichloride dan potassium ferrycianide. Zat tersebut menimbulkan endapan pada air dalam mengobati penyakit. Selama perebusan, jangan terlalu sering membuka tutup wadah agar kandungan minyak atsirinya tidak mudah hilang.
  7. Gunakan api sesuai dengan jenis herbal yang direbus.
    • Api kecil : Gunakan untuk merebus herbal yang berkhasiat sebagai tonikum, seperti ginseng dan jamur ling zhi agar kandungan aktifnya terserap kedalam air rebusan (rebus sekitar 2 jam).
    • Api kecil : dengan waktu perebusan yang lama juga digunakan untuk jamu dan herbal yang mengandung toksin, seperti mahkota dewa agar kandungan toksinnya berkurang.
    • Api besar : Gunakan untuk merebus herbal atau simplisia yang berkhasiat diaforetik (mengeluarkan keringat) dan mengandung banyak minyak atsiri, seperti daun mint, cengkih dan kayu manis. Setelah mendidih, masukkan bahan dan rebus sebentar. Dengan cara ini, kandungan atsirinya tidak banyak hilang karena proses penguapan yang berlebihan.
  8. Jika tidak ada ketentuan lain, perebusan dianggap selesai saat air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula, misalnya 800 cc menjadi 400 cc. Jika bahan yang direbus kebanyakan berupa bahan keras, seperti biji atau batang maka air rebusan disisakan sepertiganya, misalnya 600 cc menjadi 200 cc.
  9. Jika mengandung bahan kering, umumnya dosis (takaran) setengah dari jumlah bahan segar. Misalnya, pemakaian daun sendok segar pemakaiannya 90 gram dan jika kering 15 gram.
  10. Pastikan dosis tumbuhan obat sesuai dengan yang dianjurkan. Umumnya, 1 resep tumbuhan obat dibagi untuk 2 kali minum sehari. Sisa ampas rebusan pertama dapat direbus sekali lagi untuk 1 kali minum pada sore atau malam hari.
  11. Minum rebusan sari tumbuhan obat dalam keadaan hangat dan setelahnya pakai baju tebal atau selimut. Namun, untuk jenis herbal tertentu, seperti rebusan biji pinang harus diminum dingin untuk menghindari kotraksi dengan lambung yang mengakibatkan mual, muntah, dan kram perut.
  12. Umumnya, rebusan herbal diminum sebelum makan agar mudah terserap. Namun, untuk ramuan obat yang dapat merangsang lambung, minum setelah makan. Minum ramuan obat yang berkhasiat sebagai penguat (tonikum) pada waktu pagi hari sewaktu perut kosong. Untuk ramuan yang berkhasiat sebagai penenang, misalnya untuk insomnia, minum menjelang tidur.
  13. Lakukan pengobatan secara teratur. Yang perlu diingat, pengobatan herbal membutuhkan kesabaran karena tidak langsung terasa manfaatnya, tetapi bersifat konstruktirf (memperbaiki/membangun). Efek obat kimiawi memang terasa cepat, tetapi bersifat desktruktif. Karena sifatnya itu, herbal tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama penyakit-penyakit infeksi yang bersifat akut (medadak), seperti demam berdarah, muntaber, dan lainnya yang harus segera mendapat pertolongan medis. Tanaman obat lebih diutamakan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang bersifat kronis (menahun).
  14. Pengobatan herbal dapat dikombinasikan dengan obat kimiawi, terutama untuk penyakit kronis yang susah disembuhkan, seperti kanker agar diperoleh hasil pengobatan yang lebih efektif. Aturan minum obat herbal sekitar 2 jam setelah pemakaian obat kimiawi.

SAMBILOTO (Andrographis paniculata)

sambiloto-3 
SAMBILOTO (Andrographis paniculata) | Tanaman termasuk familia Acanthaceae. Tanaman sering ditemukan tumbuh liar di tempat terbuka, seperti tepi jalan, ladang, atau tanah kosong yang terbengkelai, juga di pekarangan. Daerah penyebarannya dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut.
Untuk pengembangbiakannya cukup mudah, petik buah yang sudah tua, ambil bijinya, dan semaikan.

Nama lain :

papaitan (Sumatera), ki oray, ki peurat, ki ular, takilo, bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa)

Tanaman ini mengandung :

Laktone: deoxy-andrographolide, andrographolide, 14-deoxy-11, neoandrographolide, 12-didehydroandrographolide, dan homoandrographolide. Flavonoid: alkane, ketone, dan aldehyde.

Kegunaan :

Tifus:

Petik 10-15 lembar daun sambiloto segar. Tambahkan air secukupnya dan rebus hingga mendidih. Untuk mengatasi rasa daun yang amat pahit, sewaktu meminum dapat dicampur dengan madu.

TBC paru-paru:

Daun sambiloto segar dikeringkan, lalu digiling halus hingga menjadi bubuk. Setelah itu, ditambah sedikit madu dan dibuat bulatan-bulatan pil berdiameter sekitar 0,5 cm. Sebaliknya pil ini diminum dengan air matang 2-3 kali sehari. Sekali minum dapat 15-30 pil.

Batuk rejan atau pertusis:

Tiga lembar daun sambiloto diseduh dengan air panas dan tambahkan sedikit madu. Minum larutan ini 3 kali sehari.

Kencing nanah:

Petik 3 batang sambiloto berikut daun-daunnya. Cuci bersih lalu rebuslah dengan 4 gelas air minum hingga tersisa 2,25 gelas saja. Dinginkan air terlebih dahulu, baru disaring. Jika hendak diminum tambahkan madu seperlunya. Lakukan 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

Demam:

Daun sambiloto segar ditempelkan ke badan atau dahi penderita.

Penambah nafsu makan:

Siapkan daun sambiloto 10 helai. Selain itu, siapkan pula kulit dan batang tanamannya sebanyak 50 g. Bahan-bahan ini dicuci hingga bersih, kemudian rebus dengan 3000 cc air. Airnya cukup diminum segelas sehari. Untuk menghilangkan rasa pahit dapat ditambahkan sedikit madu.

Hidung berlendir, sakit gigi:

Sebanyal 9-15 g tanaman segar direbus dan lainnya diminum.

Obat tetes telinga:

Tanaman segar dilumatkan dan diperas airnya. Teteskan air tersebut ke telinga.

MELATI (Jasminum sambac Ait.)

melati

MELATI (Jasminum sambac Ait.) | Tanaman ini termasuk familia Oleaceae.

Kandungan :

jasmin, metil-pentenil-siklopentenon, indol, benzyl, livalylacetaat.

Kegunaan :

Bau badan.

30 kuntum bunga melati dicuci, masukkan ke dalam gelas berisi air matang, tutup dengan plastik yang dilubangi kecil-kecil, embunkan semalaman. Minum setiap pagi selama 5 hari berturut-turut.

Demam, sakit kepala.

Segenggam daun melati muda, 10 bunga melati dicuci, remas, beri air sampai menjadi bubur. Borehkan ke kening dan dada penderita.

Bengkak akibat gigitan serangga.

Segenggam bunga melati/daun dicuci, remas sampai hancur, tempelkan pada bagian tubuh yang digigit/disengat.

Jerawat.

20 kuntum bunga melati, 2 jari asam kawak, seibu jari belerang dicuci, tumbuk halus, peras, beri 2 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan pada bagian wajah yang berjerawat 2 kali sehari.

Menghentikan ASI.

Segenggam bunga melati dicuci, remas halus, tapalkan pada buah dada (jangan kena putingnya), lakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi selama seminggu.

Susah tidur.

10 cm akar melati dicuci, tumbuk, beri air masak segelas, saring, minum airnya.

Sakit mata merah, belekan.

Segenggam daun/bunga melati dicuci, rebus. Minum sebagian air rebusan, dan sebagian lagi untuk mencuci mata.

38 Persen Obat Tradisional Tak Bermutu

jamu
Selama triwulan pertama tahun 2009, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian terhadap 454 sampel obat tradisional dan mendapati 210 (38 persen) di antaranya tidak memenuhi persyaratan mutu.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa siang, Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, dari 210 sampel obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan mutu tersebut, enam di antaranya merupakan obat tradisional impor dan 204 lainnya obat tradisional lokal.
“Hal itu sudah ditindaklanjuti dengan melakukan penarikan dan pemusnahan produk, pembatalan nomor registrasi, projustisia serta pembinaan,” katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, BPOM melakukan pengawasan obat tradisional sebelum dan setelah produk dipasarkan untuk memastikan keamanan produk yang beredar di pasaran.
Ia mengatakan, sebelum mengeluarkan izin edar obat tradisional, pihaknya melakukan penilaian (pre-market evaluation) untuk menjamin keamanan, manfaat, dan mutu produk tersebut.
Pada saat melakukan pendaftaran produk obat tradisionalnya, perusahaan yang bersangkutan harus memberikan informasi yang benar mengenai komposisi bahan, cara produksi, data keamanan produk, stabilitas produk, dan hasil pemeriksaan laboratorium terakreditasi mengenai produknya termasuk pengujian BKO dengan parameter tertentu.
Apabila berdasarkan hasil penilaian produk tersebut dinyatakan memenuhi syarat maka BPOM akan memberikan nomor persetujuan pendaftaran (nomor izin edar).
Guna memastikan keamanan produk obat tradisional, BPOM juga memeriksa ketaatan penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Menurut Husniah, selama triwulan pertama tahun 2009 BPOM telah melakukan inspeksi penerapan CPOTB pada 48 industri obat tradisional dan menemukan 27 produsen yang tidak beroperasi sesuai ketentuan.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap produk obat tradisional yang sudah beredar di pasaran untuk memastikan produsen tidak melakukan pelanggaran.
“Karena kadang produsen dengan sengaja menambahkan BKO saat produksi atau menyembunyikan informasi mengenai komposisi saat penilaian awal,” katanya.
Pengawasan pascaproduksi juga dilakukan terhadap proses distribusi. Husniah mengatakan, selama triwulan pertama tahun 2009, BPOM telah memeriksa 164 sarana distribusi atau tempat penjualan obat tradisional dan menemukan 35 sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan.
“Tindak lanjut yang dilakukan berupa pemusnahan produk yang mengandung bahan kimia obat dan melakukan pembinaan terhadap produsennya,” kata Husniah.
Ia menambahkan, produk obat tradisional yang dalam tiga bulan terakhir sudah dimusnahkan karena mengandung bahan kimia obat (BKO) sebanyak 472 kotak, 20.710 bungkus, 237 kapsul, 22 botol, dan 38 tube. “Enam kasus di antaranya sudah ditindaklanjuti dengan projustisia,” katanya.

SELEDRI (Apium graveolens L.)

SELEDRI (Apium graveolens L.) | Tanaman termasuk familia Apiaceae.

seledriTanaman ini mengandung :

minyak atsiri: aliin dan alisin; flvonoid.

Kegunaan :

Hipertensi:

Cara I:

20 tangkai seledri dicuci, dilumatkan. Beri sedikit air masak. Peras. Minum airnya 2 sendok makan 3x sehari. Lakukan dengan teratur selama 3 hari.

Cara II:

15 batang seledri dicuci, direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal 3/4-nya. Hasil rebusan ini diminum separuh pagi, separuh malam.

Rematik:

1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Menyuburkan rambut:

5 tangkai seledri dilumatkan, diberi air 3 sendok makan. Peras. Air perasannya dioleskan pada kulit kepala. Lakukan setiap hari.

Wajah berminyak:

3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh dan tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskan sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. Lakukan dengan teratur.

Asma:

3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan 1/2 gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

LANDEP (Barleria prionitis L.)

landep-barleria-prionitis-l-2

LANDEP (Barleria prionitis L.) | Tanaman termasuk familia Acanthaceae. Tumbuhan ini berasal dari Asia tropik dan Afrika Selatan. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh luar atau ditanam untuk pagar dari dataran rendah sampai 400 meter di atas permukaan laut.
Untuk pengembangbiakannya : dengan biji atau setek batang.

Nama lain :

bunga landak (Melayu); jarong, kembang landep (Sunda), landep (Jawa), landhep (Madura).

Tanaman ini mengandung :

saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, silikat, sedang akarnya mengandung: saponin, flavonoida, dan polifenol.

Kegunaan :

Luka:

Sebanyak 15 g akar landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, panu:

Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2x sehari, sampai sembuh.

Rematik, sakit pinggang, sakit kepala:

Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala balurkan di kening.

Sakit gigi:

Daun dikunyah dengan gigi yang sakit.

Gusi nyeri dan berdarah:

Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, sakit perut, kencing sedikit:

Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum)

lempuyang-wangi-1

LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum) | Tanaman ini termasuk familia Zingiberceae.

Kandungan :

zerumbon, limonen.

Kegunaan :

Kaki bengkak sehabis melahirkan.

Rimpang lempuyang, cabe jawa, cuci, lumatkan, beri air, peras dengan kain. Minum airnya.

Ambeien.

3/4 jari lempuyang dicuci, parut, tambahkan 2 sendok makan air matang, garam, peras. Minum 2 kali sehari @ 1 sendok makan.

Kolik karena kedinginan.

1 rimpang lempuyang dicuci, bakar, lumatkan bersama 1/2 jari kunyit, 3 rimpang temu kunci, sepotong kayu ules, 5 biji adas, 11 butir ketumbar, 11 butir merica bolong, 20 helai daun poko segar, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari, sesudah makan siang dan malam @ 1/2 gelas.

Menambah nafsu makan.

3 jari lempuyang dicuci, parut, beri 3 sendok teh air, minum 3 kali sehari @ 1 sendok teh sebelum makan.

Anemia.

a)     3 jari lempuyang dicuci, tapi jangan dikupas, parut, beri gula aren, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal segelas. Dinginkan, minum sekaligus, ulangi beberapa kali.
b)     2 jari lempuyang dicuci, memarkan, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum 2 kali sehari @ 1/2 gelas.

Gatal-gatal.

Seibu jari lempuyang dicuci, parut. Beri 1/2 gelas air, peras, biarkan mengendap. Ambil cairannya untuk diminum sekali sehari sampai sembuh.

Cacingan.

Lumatkan 2 jari rimpang lempuyang, 3 bawang merah yagn dikupas, cuci, beri 1/2 gelas, peras. Minum 2 kali sehari @ 2 sendok makan.

LENGKUAS (Alpinia galanga Stuntz.)

lengkuas-1

LENGKUAS (Alpinia galanga Stuntz.) | Tanaman ini termasuk familia Zingiberceae.

Kandungan :

galangol, galangin, alpinen, kamfer, methyl-cionnamate.

Nama lain : laos.

Kegunaan :

Panu.

a)     Sepotong lengkuas segar dicuci, memarkan salah satu ujungnya. Bagian yang memar dan berserabut dicelupkan ke 1 sendok makan cuka, sapukan ke bercak panu yang sudah dibersihkan. Lakukan 2-3 kali sehari sampai sembuh.
b)     Seibu jari lengkuas segar dicuci dan parut, 10 helai daun belimbing wuluh dicuci, lumatkan bersama 1 sendok teh kapur sirih dan garam, campur, oleskan ke panu 2-3 kali sehari sampai sembuh.

Nyeri haid.

Seibu jari lengkuas segar, setelunjuk kunyit dicuci, kupas, memarkan, 1 sendok makan penuh ketumbar, 3 tanaman meniran beserta akarnya, cuci, rebus semua dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, untuk digunakan 2 hari. Minum pagi dan sore @ 1/2 gelas. Yang belum terminum simpan di lemari es.

Kutil.

a)     Sepotong lengkuas dicuci, parut, ulek bersama 2 sendok teh penuh kapur sirih, oleskan ke kutil beberapa kali sehari sampai sembuh.
b)     Sepotong lengkuas dicuci, parut, lumatkan bersama 1 bawang putih yang dikupas, cuci serta diberi 1 sendok teh cuka. Lalu oleskan pada kutil.

Obat kuat.

a)     2 potong lengkuas segar @ sebesar ibu jari, 3 potong jahe segar seibu jari dicuci, parut, peras dengan kain. Campur airnya dengan sebutir ragi tapai yang dihaluskan dengan air dari 2 jeruk nipis, garam, 1/2 sendok teh merica dan 1/2 gelas air, aduk. Minum secara berkala.
b)     Lengkuas dicuci, memarkan, rebus sampai airnya tinggal setengah dan minum secara berkala.

Menguatkan otot yang lama tidak digerakkan karena sakit atau rematik.

Beberapa potong lengkuas segar dicuci, parut, peras dengan kain, gosokkan ke bagian tubuh yang lemah. Lengkuasnya bisa dipakai untuk menggosok.

Limpa bengkak.

2 potong lengkuas segar seukuran ibu jari, 3 potong temu lawak seukuran ibu jari, dicuci, iris, rebus bersama secangkir daun meniran dan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah, minum separuh pagi dan separuh sore. Ulangi sampai sembuh.

Membersihkan darah.

2 potong lengkuas sebesar ibu jari dikupas, parut, beri 1/2 gelas air, peras dengan kain. Minum airnya.

MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium Merr.)

mangkokan

MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium Merr.) | Tanaman termasuk familia Araliaceae. Tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-200 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di ladang dan di tepi sungai tumbuh liar.
Untuk pengembangbiakannya dengan setek batang.

Nama lain :

mamanukan (Sunda), godong mangkokan (Jawa), puring (Madura), lanido, ndalido, ranido, ndari (Roti, Nusa Tenggara), daun mangkok (Manado), mangko-mangko (Makasar), ai lohoi, ai laun niwel, daun koin, daun papeda (Ambon) dll.

Tanaman ini mengandung :

kalsium oksalat, peroksidase, amygdalin, fosfor, besi, lemak, protein, vitamin A, B1, dan C.

Kegunaan :

Radang payudara, pembengkakan disertai bendungan ASI:

Daun mangkokan tua secukupnya diremas dengan minyak kelapa dan sedikit kunyit yang telah diparut. Panaskan di atas api, hangat-hangat ditaruh pada payudara yang membengkak.

Luka:

Daun mangkokan segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Taruh di atas luka, lalu dibalut. Ganti 2 – 3 kali sehari.

Sukar kencing:

Daun mangkokan tua yang masih segar direndam dalam air panas beberapa saat. Angkat, lalu hangat-hangat dikompreskan pada perut bagian bawah.

Rambut rontok:

Daun mangkokan tua yang masih segar secukupnya setelah dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa sambil diaduk sampai seperti bibur. Kemudian saring dan peras. Hasil perasan dioleskan pada kulit kepala sambil dipijat ringan. Biarkan sampai mengering, lalu rambut dicuci sampai bersih. Lakukan setiap hari.

LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)

lidah-buaya-1
Lidah Buaya (Aloe vera L.) | Tanaman termasuk familia Liliaceae.

Tanaman ini mengandung :

saponin, antrakuinon, kuinon, lignin.

Kegunaan :

Cacingan susah buang air kecil:

Akar lidah buaya dicuci dan dijemur sampai kering. Rebus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum sekaligus.

Ambeien:

1/2 batang daun lidah buaya dibuang duri-durinya, dicuci lalu diparut. Beri 1/2 gelas air. Peras. Beri 2 sendok makan madu. Minum 3x sehari.

Sembelit:

1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan 1/2 gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2x sehari.

Penyubur rambut:

Daun lidah buaya dicuci, dikupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Luka bakar/tersiram air panas (ringan):

Daun lidah buaya dicuci bersih dan dikupas. Tempelkan bagian dalamnya pada bagian yang terkena api/air panas.

Bisul:

Daun lidah buaya dicuci, dikupas, dan dilumatkan. Beri sedikit garam. Tempelkan pada bisul.

Jerawat, noda-noda hitam:

Daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya diblender. Seperlima gelas cairan diadukdengan tepung beras (bedak) dingin sampai kental. Aduk rata dan laburkan ke wajah. Biarkan selama 30 menit, baru dibilas.

Batuk (yang membandel):

20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2x sehari. Ulangi selama 10 hari.

Diabetes:

2 daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air. Saring. Minum 2 – 3x sehari, sesudah makan. Sekali minum 1/2 gelas.

Radang tenggorokan:

1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Beri madu murni dan minum 3x sehari.

Menurunkan kolesterol:

30 g daging lidah buaya, 1 buah apel dikupas/buang biji, blender.(mrd)

Catatan :

a)     Jangan digunakan oleh wanita hamil.
b)     Daging daun lidah buaya yang dikupas, segera menjadi kecoklatan dan mencair kalau kena udara. Jadi, pengobatan luka terbuka perlu dilakukan secepatnya!

Batu Ginjal (Nefrolitiasis)

batu_ginjal-200px 
Batu Ginjal merupakan suatu penyakit yang salah satu gejalanya adalah pembentukan batu di dalam ginjal.
ETIOLOGI
Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adalah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh orang itu sendiri dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya.
Faktor intrinsik antara lain :
  1. Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya.
  2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun
  3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan
Faktor ekstrinsik diantaranya adalah :
  1. Geografis : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi dari pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt.
  2. Iklim dan temperatur
  3. Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi.
  4. Diet : Diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu.
  5. Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life.
EPIDEMIOLOGI
Abad ke-16 hingga abad ke-18 tercatat insiden tertinggi penderita batu saluran kemih yang ditemukan diberbagai negara di Eropa. Berbeda dengan eropa, di negara-negara berkembang penyakit batu ini masih ditemukan hingga saat ini, misalnya Indonesia, Thailand, India, Kamboja, dan Mesir.
EFEK BATU PADA SALURAN KEMIH
Ukuran dan letak batu biasanya menentukan perubahan patologis yang terjadi pada traktus urinarius : (4)
a. Pada ginjal yang terkena
  • Obstruksi
  • Infeksi
  • Epitel pelvis dan calis ginja menjadi tipis dan rapuh.
  • Iskemia parenkim.
  • Metaplasia
b. Pada ginjal yang berlawanan
* Compensatory hypertrophy
* Dapat menjadi bilateral
GAMBARAN KLINIS
Batu ginjal dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai dengan gejala berat. Umumnya gejala berupa obstruksi aliran kemih dan infeksi. Gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada penderita batu ginjal antara lain :
  1. Tidak ada gejala atau tanda
  2. Nyeri pinggang, sisi, atau sudut kostovertebral
  3. Hematuria makroskopik atau mikroskopik
  4. Pielonefritis dan/atau sistitis
  5. Pernah mengeluarkan baru kecil ketika kencing
  6. Nyeri tekan kostovertebral
  7. Batu tampak pada pemeriksaan pencitraan
  8. Gangguan faal ginjal.
DIAGNOSIS
Selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis, penyakit batu ginjal perlu didukung dengan pemeriksaan radiologik, laboratorium, dan penunjang lain untuk menentukan kemungkinan adanya obstruksi saluran kemih, infeksi dan gangguan faal ginjal.
A. Anamnesis
Anamnesa harus dilakukan secara menyeluruh. Keluhan nyeri harus dikejar mengenai onset kejadian, karakteristik nyeri, penyebaran nyeri, aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri, riwayat muntah, gross hematuria, dan riwayat nyeri yang sama sebelumnya. Penderita dengan riwayat batu sebelumnya sering mempunyai tipe nyeri yang sama.(5)
B. Pemeriksaan Fisik
  • Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat, dapat disertai takikardi, berkeringat, dan nausea.
  • Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis.
  • Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, tanda gagal ginjal dan retensi urin.
  • Demam, hipertensi, dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis.(5,3)
C. Pemeriksaan penunjang
- Radiologi
Secara radiologi, batu dapat radiopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk berbagai jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga batu dari jenis apa yang ditemukan. Radiolusen umumnya adalah jenis batu asam urat murni.
Pada yang radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu ginjal bila diambil foto dua arah. Pada keadaan tertentu terkadang batu terletak di depan bayangan tulang, sehingga dapat luput dari penglihatan. Oleh karena itu foto polos sering perlu ditambah foto pielografi intravena (PIV/IVP). Pada batu radiolusen, foto dengan bantuan kontras akan menyebabkan defek pengisian (filling defect) di tempat batu berada. Yang menyulitkan adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. Dalam hal ini perludilakukan pielografi retrograd.
Ultrasonografi (USG) dilakukan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP, yaitu pada keadaan-keadaan; alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun dan pada wanita yang sedang hamil . Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu, selain itu dapat ditentukan ruang/ lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai unutk menentukan batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu.
- Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan penyebab batu.
PENATALAKSANAAN
1. Terapi medis dan simtomatik
Terapi medis berusaha untuk mengeluarkan batu atau melarutkan batu. Terapi simtomatik berusaha untuk menghilangkan nyeri. Selain itu dapat diberikan minum yang berlebihan/ banyak dan pemberian diuretik.
2. Litotripsi
Pada batu ginjal, litotripsi dilakukan dengan bantuan nefroskopi perkutan untuk membawa tranduser melalui sonde kebatu yang ada di ginjal. Cara ini disebut nefrolitotripsi. Salah satu alternatif tindakan yang paling sering dilakukan adalah ESWL. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yang adalah tindakan memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut.
3. Tindakan bedah
Agar terhindar dari penyakit batu ginjal, beberapa cara yang disarankan antara lain :
  1. Minum banyak air (8-10 gelas sehari), dengan demikian urin menjadi lebih encer sehingga mengurangi kemungkinan zat-zat pembentuk batu untuk saling menyatu. Dengan minum banyak, air seni biasanya berwarna bening, tidak kuning lagi.
  2. Minum air putih ketika bangun tidur di subuh hari. Hal ini akan segera merangsang kita untuk berkemih, sehingga air seni yang telah mengendap semalamam tergantikan dengan yang baru.
  3. Jangan menahan kencing; kencing yang tertahan dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat, atau infeksi saluran kemih. Urin yang pekat dan infeksi saluran kemih merupakan faktor pendukung terbentuknya batu.
  4. Pola makan seimbang, berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal.
batu_ginjal

MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)

mengkudu

MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) | Tanaman ini termasuk familia Rubiaceae.

Kandungan :

metil asetil ester, seyawa moridon, senyawa soranjidiol.

Nama lain : pace.

Kegunaan :

Hipertensi.

2 buah mengkudu dibuang bijinya, parut; sebuah mentimun parut dan peras. Tuangkan air mentimun ke ramuan mengkudu, beri gula aren dan 2 gelas air panas, saring. Untuk diminum 3 kali sehari.

Cacing gelang.

2 buah mengkudu masak dicuci, parut, beri sesendok makan garam, peras dengan kain. Untuk diminum 3 kali sehari.

Melancarkan air seni.

2 buah mengkudu masak dicuci, parut, beri sesendok makan garam, peras dengan kain. Untuk diminum 3 kali sehari.

Batuk.

2 buah mengkudu masak dicuci, parut, peras, beri gula batu dan sedikit air perasan air jeruk nipis. Minum 3 kali sehari.

Diabetes.

Beberapa helai daun mengkudu dicuci, rebus sampai matang. Makan sebagai lalap.

Radang usus.

2 buah mengkudu matang dicuci, lumatkan, peras, beri madu. Minum 2 kali sehari.

Diare pada anak.

2 helai daun mengkudu dicuci, olesi minyak goreng, garang di atas api sampai layu. Tempelkan sehelai di perut, sehelai di punggung, bebat dengan gurita.

Kulit bersisik.

1 buah mengkudu masak diremas lalu digosokkan pada kulit yang bersisik, diamkan 15 menit, lalu dicuci dengan air hangat.

Hepatitis.

2 buah mengkudu masak diparut, peras, campur dengan gula batu. Minum 2 kali sehari.

Eksem.

Cuci 1 buah mengkudu, sedikit kulit pohon mengkudu, akar mengkudu lalu rebus bersama, dinginkan, lalu pakai untuk mencuci eksem.

Ketombe.

2-3 buah mengkudu matang dilumatkan, beri air, peras, airnya dipakai untuk keramas. Biarkan selama 5 menit, bilas dengan air. Gunakan shampoo untuk menghilangkan baunya.

Encok, pegal linu.

5 helai daun mengkudu yang besar dicuci, olesi dengan minyak kelapa, garang di atas api sampai layu, panas-panas ditempelkan ke bagian yang sakit.

Masuk angin.

Rebus 1 buah mengkudu, sepotong rimpang lengkuas dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Untuk diminum 2 kali sehari.

Radang tenggrorokan dan amandel.

Beberapa helai daun mengkudu dicuci, rebus sampai matangd. Makan sebagai lalap. Namun setiap setengah jam sekali berkumur dengan air ramuan.

SENGGUGU (Clerodendron serratum [L.] Spr.) Filed under Senggugu

SENGGUGU (Clerodendron serratum [L.] Spr.)
SENGGUGU (Clerodendron serratum [L.] Spr.) | Tanaman ini termasuk familia Verbenceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di tempat terbuka atau agak terlindung. Dapat tumbuh di tanah agak lembab dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji, setek batang, atau akar.

Tananam ini mengandung:

Daun mengandung kalium, natrium, alkaloid, flavonoid flavon. Kulit batang mengandung senyawa triterpenoid, asam oleanolat, asam queretaroat, asam serratogenat. Kulit akar mengandung glikosida fenol, manitol, sitosterol.

Nama lainnya :

C. javanicum Walp.; sinar baungkudu (Batak Toba); tinjau handak (Lampung); senggugu (Melayu); singgugu (Sunda); srigunggu, sagunggu (Jawa); kertase, pinggir tosek (Madura); san tai hong tua (Cina).

Kegunaan :

Menjernihkan suara.

Gunakan akarnya sebanyak 10 gram ditumbuk halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak, remas, peras, saring, minum sekaligus.

Asma, bronkitis, sukar kencing.

Iris akar senggugu 10 gram, seduh dengan secangkir air panas, dinginkan, minum.

Borok berair.

Rebus daun segar secukupnya, dinginkan, dan airnya dapat digunakan untuk mencuci borok.

Rematik.

Tumbuk daunnya dengan adas pulasari atau daun senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Lalu balurkan di tempat yang sakit.

Perut busung, cacingan.

Daun senggugu, temu lawak, garam diseduh dengan secangkir air panas, dinginkan, saring, lalu minum sekaligus.

Batuk.

a)     Kunyah buah senggugu dengan sirih, airnya ditelan.
b)     Dua buah senggugu dicuci bersih, lalu kunyak perlahan, dan telan. Lalu minumlah air hangat.

Catatan :

Di Yogyakarta, senggugu digunakan oleh pengobat tradisional; kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, lalu diteteskan pada hidung untuk menjernihkan suara, mengeluarkan lendir dari tenggorokan, dan pengobatan sinusitis.

MENTIMUN (Cucumis sativus)

mentimun

MENTIMUN (Cucumis sativus) | Tanaman ini termasuk familia Cucurbitaceae.

Kandungan :

saponin, flavonoida, polifenol, asam malonat, vitamin E, kukurbitasin C.

Kegunaan :

Diare pada anak.

1 mentimun dicuci, rebus, haluskan, saring. Airnya diberi madu dan diminum.

Hipertensi.

a)     2 mentimun dicuci, parut, peras. Minum airnya 2-3 kali sehari.
b)     150 gram mentimun direbus, saring, airnya diminum. Lakukan setiap hari secara teratur.

Jerawat, menghaluskan kulit wajah, menghilangkan nida hitam.

a)     Mentimun diblender lalu dilaburkan ke wajah untuk masker. Biarkan mengering, lalu bilas.
b)     Kulit mentimun digosokkan ke kulit wajah, biarkan mengering, lalu bilas.

Mencegah penyakit ginjal.

3 buah mentimun direbus hingga lunak, peras dan minum airnya 3 kali sehari. Makan juga ampasnya.

Disentri.

1-2 buah mentimun dicuci, potong-potong, rendam dalam madu. Makan beberapa kali.

Sariawan.

1-2 mentimun tua dicuci, kupas, iris-iris. Makan agak banyak setiap hari.

Demam.

1 buah mentimun dicuci, parut, beri eau de cologne, lalu bungkus dengan saputangan, letakkan di atas kening penderita demam.

Tifus.

2 mentimun dicuci, parut, peras, minum sekaligus. Ulangi 3 kali sehari.

Radang ginjal.

3 mentimun yang besar dicuci, rebus, sampai empuk dengan 2 gelas air, dinginkan, peras, airnya diminum.

SEMBUNG (Blumea balsamifera [L.] DC.) Filed under Sembung

Sembung (Blumea balsamifera
SEMBUNG (Blumea balsamifera [L.] DC.) | Tanaman ini termasuk familia Asteraceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tanah pertanian.Dapat tumbuh di tanah berpasir atau yang agak basah sampai pada ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji atau pemisahan tunas akar.

Tanaman ini mengandung :

minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus), borneol, sineol, limonen, asam palmitin, myristin, alkohol sesquiterpen, dimetileter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin, glikosida.

Nama lainnya :

Baccharis salvia Lour.; Conyza balsamifera L.; Pluchea balsamifera (L.) Less.; sembung, capa (Melayu); sebung, sembung utan (Sunda); sembung, sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk, sebung legi, sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (Jawa); kamandhin (Madura); sembung (Bali); ai na xiang (Cina); dai bi, dai ngai (Thailand); ngai champora (Inggris).

Kegunaan :

Diare.

Segenggam daun sembung segar dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tersisa 1,5 gelas, tambahkan madu, minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Haid tidak teratur, perut kembung.

Cuci 20 gram daun sembung segar lalu potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4-nya, beri madu, minum sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Nyeri haid.

a)     Lima lembar daun sembung segar dan 5 biji kedaun yang telah dipanggang dan dihaluskan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa setengah, dinginkan, minum.
b)     Akar sembuh dan seluruh tumbuhan ginjean (Leonorus sibiricus) masing-masing 30 gram dicuci, potong-potong, tambahkan gula merah, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas, dinginkan, saring, minum dua kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

Rematik sendi.

Akar sembung 30 gram dan daun gandarusa 60 gram dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demam.

Sebanyak 15 gram daun sembung segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan, saring, lalu hasilnya diminum 2 kali sehari.

Kurang nafsu makan.

Akar sembung dari tumbuhan yang belum berbunga sebanyak 30 gram dipotong-potong, seduh dengan secangkir air panas, dinginkan, saring, minum semua.

Catatan :

Merebus daun sembung harus dalam panci tertutup, agar minyak asirinya tidak menguap.

300Ribu Dapat Website
### ###